Sabtu, 28 Desember 2013


TUGAS KULIAH
PEMBANGUNAN PERTANIAN
 “ PEMBANGUNAN PERTANIAN MANDIRI“


DISUSUN OLEH :
Tuti Sugiarti
( E1D011050 )


PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BENGKULU
2013


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  LATAR BELAKANG
Sektor Pertanian di Indonesia masih sangat memprihatinkan. Tantangan yang dihadapi adalah dalam penyediaan pangan, peningkatan ekspor, dan peningkatan devisa. Negara telah menjadi suatu bidang yang selayaknya perlu diperhatikan bersama, terutama yang bergerak dalam dunia pertanian. Pertanian harus dibangkitkan dari berbagai aspek yang meliputi aspek Kualitas, Kuantitas, dan kontinuitas produksi yang memenuhi syarat-syarat global dalam kaitannya dengan perdagangan bebas dunia.
Menyikapi pertanian yang memprihatinkan di era globalisasi yang tercermin dari beberapa hal, Pertama tidak lepasnya unsur-unsur penguasaan tanah sebagai factor produksi yang penting dan berpengaruh luas terhadap tingkat kemakmuran rakyat. Indicator utama adalah berdasarkan sensus pertanian 1993, tanah yang dimiliki petani kurang dari satu hektar berjumlah sekitar 22.856.254 jiwa atau sekitar 84% dari total kepemilikian tanah pertanian, dengan proporsi tanah yang dikuasai sekitar 31%. Selain itu Kedua Realitas kehidupan social petani. Di Indonesia hendaknya perlu dipikirkan sebagai wacana dalam mewujudkan suatu pola pembangunan yang berkeadilan dan bertanggungjawab berlatar belakang pembangunan pertanian.
Paradigma pembangunan pertanian di era reformasi menempatkan petani sebagai subjek dalam rangka mencapai tujuan nasional. Tujuan pembangunan pertanian adalah memberdayakan petani menuju suatu masyarakat tani yang mandiri, maju, sejahtera dan berkeadilan. Pembangunan pertanian dapat dicapai melalui pembangunan pertanian yang berkesinambungan ditandai adanya kelangsungan produksi yang memberikan keuntungan dan adanya kebebasan bagi petani untuk menentukan pilihan terbaik dalam usaha tani. Pembangunan tersebut diharapkan mampu meningkatkan sebagian besar pelaku ekonomi ikut serta dalam menghasilkan,menikmati dan melestarikan hasil pembangunan.
Proses-Proses Pembangunan pula hendaknya tidak mengabaikan realitas social, sehingga pemerataan pembangunan di semua wilayah dapat diciptakan. ada sebuah paradigma yang dapat membentuk pemikiran pembangunan mengenai sektor pengoptimalan pertanian. Jika sebelumnya paradigma yang mengandalkan trick down effect telah terbukti gagal untuk mewujudkan pemerataan hasil-hasil pemerataan pembangunan pertanian, lantas paradigm pembangunan apakah yang semestinya diadopsi untuk pembangunan pertanian di Indonesia?
1.2  RUMUSAN MASALAH
Dari latar belakang diatas, maka rumusan masalah dalam makalah kami adalah sebagai berikut :
1.      Apakah yang dimaksud dengan strategi pembangunan pertanian yang mandiri ?
2.      Strategi apa saja yang bisa dilakukan dalam mewujudkan pembangunan pertanian yang mandiri ?
3.      Langkah apa saja yang bisa dilakukan dalam pembangunan pertanian mandiri ?

1.3  TUJUAN
Dari rumusan masalah diatas, maka tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1.      Untuk mengetahui pengertian strategi pebangunan pertanian mandiri
2.      Untuk mengetahui strategi yang bisa kita lakukan untuk mewujudkan pembanunan mandiri
3.      Mengetahui langkah yang kita lakukan untuk menciptakan pembangunan mandiri














BAB II
PEMBAHASAN
2.1 PENGERTIAN STRATEGI PEMBANGUNAN MANDIRI
Strategi pembangunan mandiri agaknya berkaitan dengan stategi pertumbuhan dengan distribusi, namun stetegi ini memiliki pola motivasi dan organisasi yang berbeda. Strategi pembangunan mandiri yang muncul dari berbagai tokoh dari berbagai negara seperti cina dan india, tetapi konsep dari india lebih menekankan pada usaha-usaha mandiri dengan sedikit atau tanpa integrasi dengan luar. Sedangkan di cina, dikembangan teknologi pribumi daripada mengimport teknologi dari luar. Dengan demikian konsep mandiri telah muncul sebagai konsep strategis dalam forum internasional sebelum konsep tata ekonomi dunia baru lahir dan menawarkan anjuran kerjasama yang menarik dibanding menarik diri dari percaturan global. Perjuanagan mengejar kemandirian pada ringkat lokal, nasional, atau regional, kadang bersifat revolusoner, dilain kasus kadang bersifat reaktif.
2.2 STRATEGI DALAM PEMBANGUNAN PERTANIAN MANDIRI
paradigma pembangunan pertanian meletakkan petani sebagai subyek, bukan semata-mata sebagai peserta dalam mencapai tujuan nasional. Karena itu pengembangan kapasitas masyarakat guna mempercepat upaya memberdayakan ekonomi petani, merupakan inti dari upaya pembangunan pertanian/pedesaan. Upaya tersebut dilakukan untuk mempersiapkan masyarakat pertanian menjadi mandiri dan mampu memperbaiki kehidupannya sendiri.
Berdasarkan pada paradigma tersebut maka visi pertanian memasuki abad 21 adalah pertanian modern, tangguh dan efisien. Untuk mewujudkan visi pertanian tersebut, misi pembangunan pertanian adalah memberdayakan petani menuju suatu masyarakat tani yang mandiri, maju, sejahtera dan berkeadilan. Hal ini akan dapat dicapai melalui pembangunan pertanian dengan strategi:
1. Optimasi pemanfaatan sumber daya domestik (lahan, air, plasma nutfah, tenaga kerja, modal dan teknologi)
2. Perluasan spektrum pembangunan pertanian melalui diversifikasi teknologi, sumber daya, produksi dan konsumsi
3. Penerapan rekayasa teknologi pertanian spesifik lokasi secara dinamis, dan
4. Peningkatan efisiensi sistem agribisnis untuk meningkatkan produksi pertanian dengan kandungan IPTEK dan berdaya saing tinggi, sehingga memberikan peningkatan kesejahteraan bagi petani dan masyarakat secara berimbang.
Salah satu langkah operasional strategis yang dilakukan dalam rangka mencapai sasaran tersebut di atas adalah Gerakan Mandiri (Gema) yang merupakan konsep langkah-langkah operasional pembangunan pertanian, dengan sasaran untuk meningkatkan keberdayaan dan kemandirian petani dalam melaksanakan usaha taninya. Mulai TA 1998/1999 telah diluncurkan berbagai Gema Mandiri termasuk Gema Hortina untuk peningkatan produksi hortikultura.

Gerakan Mandiri Hortikultura Tropika Nusantara menuju ketahanan hortikultura (Gema Hortina), dilaksanakan untuk mendorong laju peningkatan produksi hortikultura. Melalui gerakan ini komoditas hortikultura yang dikembangkan adalah sayuran, buah-buahan, tanaman hias dan tanaman obat unggulan. Komoditas yang diutamakan adalah yang bernilai ekonomi tinggi, mempunyai peluang pasar besar dan mempunyai potensi produksi tinggi serta mempunyai peluang pengembangan teknologi. Adapun upaya yang dilaksanakan untuk mendorong tumbuh dan berkembangnya hortikultura unggulan tersebut meliputi penumbuhan sentra agribisnis hortikultura dan pemantapan sentra hortikultura yang sudah ada.

Komoditas unggulan yang mendapat prioritas adalah :
• Sayuran : kentang, cabe merah, kubis, bawang merah, tomat dan jamur
• Buah-buahan : pisang, mangga, jeruk, nenas dan manggis
• Tanaman hias : anggrek
• Tanaman obat : jahe dan kunyit.

2.3 LANGKAH UNTUK MENCIPTAKAN PEMBANGUNAN MANDIRI
1. kesadaran setiap individu tentang pentingnya pertanian
Banyak masyarakat atu individu-individu yang meremehkan dahkan memandang pertanian dengan sebelah mata. Padahal semua yang ada di sekitar kita dari sandang, pangan, dan kebutuhan lainnya tak luput dari dunia pertanian. Oleh karena itu, seharusnya tidak ada alasan untuk meremehkan satu aspek penting pembangunan ini.
Banyak cara yang dapat dilakukan untuk menebalkan fondasi di benak masyarakat tentang pentingnya pertanian. Berbagai program cinta pertanian dapat menjadi alternatifnya. Tetapi yang terpenting, kesadaran tersebut timbul sendiri dari dalam setiap individu, sehingga mereka akan lebih cinta pertanian, lingkungan ekosistem, dan cinta produk dalam negeri khususnya dari pertanian itu sendiri. Jika dukungan dari masyarakat dan pemerintah terhadap dunia pertanian ini tinggi, maka petani akan bernapas lebih lega dan hasil pertanian meningkat
2. meningkatkan produksi dan pengolahan pertanian
Dari segi bibit, pemilihan bibit unggul dalam pertanian sangat penting. Bibit yang unggul apabila tidak dikelola dengan baik sama saja dengan omong kosong. Pengelolaan yang baik dan ramah lingkungan sangat penting untuk dilakukan,  Sekarang ini banyak digunakan pupuk kimia dalam pengelolaan lahan, eksploitasi lahan dan laut, dan alih fungsi lahan yang kurang benar membuat pencemaran lingkungan dan ekosistem menjadi tidak seimbang. Percuma apabila sudah menggunakan bibit unggul tetapi tidak memperhatikan lahan dan ekosistem. Oleh karena itu, kematangan ilmu pengetahuan pertanian perlu ada di setiap petani sehingga dapat mengelola lahan, sumber daya alam, dan hasil taninya dengan baik dan ramah lingkungan.
3.Pengelolaan
Kebanyakan pertanian maa kini masih dengan usaha kecil dan modal terbatas. Para petani hanya mengolah, menggunakan, dan menjual dengan skala kecil, terus menerus hanya begitu. Belum lagi apabila pasar kurang berpihak padanya. Oleh karena itu, diperlukan penguatan sistem kelembagaan tani dan pendidikan kepada petani, berupa program insentif usaha tani, program perbankan pertanian, pengembangan pasar dan jaringan pemasaran yang berpihak kepada petani, serta pengembangan industrialisasi yang berbasis pertanian/pedesaan, dan mempermudah akses-akses terhadap sumber-sumber informasi IPTEK. Selain itu, pemerintah selayaknya turun tangan dengan meng-handle kebijakan-kebijakan mengenai pertanian ini dengan baik.



BAB III
PENUTUP
3.1  KESIMPULAN
Dari pembahasan diatas mengenai pembangunan pertanian mandiri, dapat kami tarik kesimpulan bahwa :
1.      Pengertian strategi pembangunan pertanian mandiri adalah anjuran kerjasama yang menarik dibanding menarik diri dari percaturan global
2.      Strategi yang dilakukan dalam menciptakan pembangunan pertanian mandiri
Ø  Optimasi pemanfaatan sumber daya domestik (lahan, air, plasma nutfah, tenaga kerja, modal dan teknologi)
Ø  Perluasan spektrum pembangunan pertanian melalui diversifikasi teknologi, sumber daya, produksi dan konsumsi
Ø  Penerapan rekayasa teknologi pertanian spesifik lokasi secara dinamis, dan
Ø  Peningkatan efisiensi sistem agribisnis untuk meningkatkan produksi pertanian dengan kandungan IPTEK dan berdaya saing tinggi, sehingga memberikan peningkatan kesejahteraan bagi petani dan masyarakat secara berimbang.
3.      Langkah  untuk menciptakan pembangunan mandiri :
Ø  Kesadaran setiap individu tentang pentingnya pertanian
Ø  Meningkatkan produksi dan pengolahan pertanian
Ø  Pengelolaan


3.2  SARAN
1.      Program Peningkatan SDM Pertanian
Agar petani dapat meningkatkan kapasitas dan produktivitas  sbg subyek dari pembangunan pertanian
2.      Pembangunan dan Peran pemerintah
Visi dan kebijaksanaan dari pemerintah dan aparat pelaksana dlm memahami proses hakiki pembangunan pertanian yang mandiri.


DAFTAR PUSTAKA
2.      Anonim. 2012. Diakses pada situs : http://contekancontekan.blogspot.com/2012/01/paradigma-baru-pembangunan-pertanian.html. pada tanggal 30 september 2013.
3.      Anonim. 2012. Diakses pada situs : http://npedulibangsa.blogspot.com/2012/11/opini-langkah-pasti-menuju-pertanian.html. pada tanggal 27 september 2013
4.      Anonim. 2011. Diakses pada situs : http://inspiringrahmat.wordpress.com/2011/10/12/pertanian-mandiri-pandangan-strategis-pakar-di-indonesia/. pada tanggal 27 september 2013
5.      Kuncoro muddrajat. 2003. Ekonomi pembangunan. Upp amp ykpn. Yogyakarta.