TUGAS KULIAH
PEMBANGUNAN PERTANIAN
“ PEMBANGUNAN PERTANIAN MANDIRI“

DISUSUN OLEH :
|
Tuti Sugiarti
|
( E1D011050 )
|
PROGRAM STUDI
AGRIBISNIS
FAKULTAS
PERTANIAN
UNIVERSITAS
BENGKULU
2013
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Sektor Pertanian di Indonesia masih
sangat memprihatinkan. Tantangan yang dihadapi adalah dalam penyediaan pangan,
peningkatan ekspor, dan peningkatan devisa. Negara telah menjadi suatu bidang
yang selayaknya perlu diperhatikan bersama, terutama yang bergerak dalam dunia
pertanian. Pertanian harus dibangkitkan dari berbagai aspek yang meliputi aspek
Kualitas, Kuantitas, dan kontinuitas produksi yang memenuhi syarat-syarat
global dalam kaitannya dengan perdagangan bebas dunia.
Menyikapi pertanian yang
memprihatinkan di era globalisasi yang tercermin dari beberapa hal, Pertama tidak
lepasnya unsur-unsur penguasaan tanah sebagai factor produksi yang penting dan
berpengaruh luas terhadap tingkat kemakmuran rakyat. Indicator utama adalah
berdasarkan sensus pertanian 1993, tanah yang dimiliki petani kurang dari satu
hektar berjumlah sekitar 22.856.254 jiwa atau sekitar 84% dari total
kepemilikian tanah pertanian, dengan proporsi tanah yang dikuasai sekitar 31%.
Selain itu Kedua Realitas kehidupan social petani. Di Indonesia
hendaknya perlu dipikirkan sebagai wacana dalam mewujudkan suatu pola
pembangunan yang berkeadilan dan bertanggungjawab berlatar belakang pembangunan
pertanian.
Paradigma
pembangunan pertanian di era reformasi menempatkan petani sebagai subjek dalam
rangka mencapai tujuan nasional. Tujuan pembangunan pertanian adalah
memberdayakan petani menuju suatu masyarakat tani yang mandiri, maju, sejahtera
dan berkeadilan. Pembangunan pertanian dapat dicapai melalui pembangunan
pertanian yang berkesinambungan ditandai adanya kelangsungan produksi yang
memberikan keuntungan dan adanya kebebasan bagi petani untuk menentukan pilihan
terbaik dalam usaha tani. Pembangunan tersebut diharapkan mampu meningkatkan
sebagian besar pelaku ekonomi ikut serta dalam menghasilkan,menikmati dan
melestarikan hasil pembangunan.
Proses-Proses Pembangunan pula hendaknya tidak mengabaikan realitas social,
sehingga pemerataan pembangunan di semua wilayah dapat diciptakan. ada sebuah
paradigma yang dapat membentuk pemikiran pembangunan mengenai sektor
pengoptimalan pertanian. Jika sebelumnya paradigma yang mengandalkan trick
down effect telah terbukti gagal untuk mewujudkan pemerataan hasil-hasil
pemerataan pembangunan pertanian, lantas paradigm pembangunan apakah yang
semestinya diadopsi untuk pembangunan pertanian di Indonesia?
1.2 RUMUSAN MASALAH
Dari latar
belakang diatas, maka rumusan masalah dalam makalah kami adalah sebagai berikut
:
1. Apakah yang
dimaksud dengan strategi pembangunan pertanian yang mandiri ?
2. Strategi apa
saja yang bisa dilakukan dalam mewujudkan pembangunan pertanian yang mandiri ?
3. Langkah apa
saja yang bisa dilakukan dalam pembangunan pertanian mandiri ?
1.3 TUJUAN
Dari rumusan masalah diatas, maka
tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk
mengetahui pengertian strategi pebangunan pertanian mandiri
2. Untuk
mengetahui strategi yang bisa kita lakukan untuk mewujudkan pembanunan mandiri
3. Mengetahui
langkah yang kita lakukan untuk menciptakan pembangunan mandiri
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
PENGERTIAN STRATEGI PEMBANGUNAN MANDIRI
Strategi pembangunan mandiri agaknya berkaitan dengan
stategi pertumbuhan dengan distribusi, namun stetegi ini memiliki pola motivasi
dan organisasi yang berbeda. Strategi pembangunan mandiri yang muncul dari
berbagai tokoh dari berbagai negara seperti cina dan india, tetapi konsep dari
india lebih menekankan pada usaha-usaha mandiri dengan sedikit atau tanpa
integrasi dengan luar. Sedangkan di cina, dikembangan teknologi pribumi
daripada mengimport teknologi dari luar. Dengan demikian konsep mandiri telah
muncul sebagai konsep strategis dalam forum internasional sebelum konsep tata
ekonomi dunia baru lahir dan menawarkan anjuran kerjasama yang menarik
dibanding menarik diri dari percaturan global. Perjuanagan mengejar kemandirian
pada ringkat lokal, nasional, atau regional, kadang bersifat revolusoner,
dilain kasus kadang bersifat reaktif.
2.2 STRATEGI
DALAM PEMBANGUNAN PERTANIAN MANDIRI
paradigma pembangunan pertanian meletakkan petani
sebagai subyek, bukan semata-mata sebagai peserta dalam mencapai tujuan
nasional. Karena itu pengembangan kapasitas masyarakat guna mempercepat upaya
memberdayakan ekonomi petani, merupakan inti dari upaya pembangunan
pertanian/pedesaan. Upaya tersebut dilakukan untuk mempersiapkan masyarakat
pertanian menjadi mandiri dan mampu memperbaiki kehidupannya sendiri.
Berdasarkan pada paradigma tersebut maka visi
pertanian memasuki abad 21 adalah pertanian modern, tangguh dan efisien. Untuk
mewujudkan visi pertanian tersebut, misi pembangunan pertanian adalah
memberdayakan petani menuju suatu masyarakat tani yang mandiri, maju, sejahtera
dan berkeadilan. Hal ini akan dapat dicapai melalui pembangunan pertanian
dengan strategi:
1. Optimasi pemanfaatan sumber daya domestik (lahan, air, plasma nutfah,
tenaga kerja, modal dan teknologi)
2. Perluasan spektrum pembangunan pertanian melalui diversifikasi teknologi, sumber daya, produksi dan konsumsi
3. Penerapan rekayasa teknologi pertanian spesifik lokasi secara dinamis, dan
4. Peningkatan efisiensi sistem agribisnis untuk meningkatkan produksi pertanian dengan kandungan IPTEK dan berdaya saing tinggi, sehingga memberikan peningkatan kesejahteraan bagi petani dan masyarakat secara berimbang.
2. Perluasan spektrum pembangunan pertanian melalui diversifikasi teknologi, sumber daya, produksi dan konsumsi
3. Penerapan rekayasa teknologi pertanian spesifik lokasi secara dinamis, dan
4. Peningkatan efisiensi sistem agribisnis untuk meningkatkan produksi pertanian dengan kandungan IPTEK dan berdaya saing tinggi, sehingga memberikan peningkatan kesejahteraan bagi petani dan masyarakat secara berimbang.
Salah satu langkah operasional strategis yang
dilakukan dalam rangka mencapai sasaran tersebut di atas adalah Gerakan Mandiri
(Gema) yang merupakan konsep langkah-langkah operasional pembangunan pertanian,
dengan sasaran untuk meningkatkan keberdayaan dan kemandirian petani dalam
melaksanakan usaha taninya. Mulai TA 1998/1999 telah diluncurkan berbagai Gema
Mandiri termasuk Gema Hortina untuk peningkatan produksi hortikultura.
Gerakan Mandiri Hortikultura Tropika Nusantara menuju ketahanan hortikultura (Gema Hortina), dilaksanakan untuk mendorong laju peningkatan produksi hortikultura. Melalui gerakan ini komoditas hortikultura yang dikembangkan adalah sayuran, buah-buahan, tanaman hias dan tanaman obat unggulan. Komoditas yang diutamakan adalah yang bernilai ekonomi tinggi, mempunyai peluang pasar besar dan mempunyai potensi produksi tinggi serta mempunyai peluang pengembangan teknologi. Adapun upaya yang dilaksanakan untuk mendorong tumbuh dan berkembangnya hortikultura unggulan tersebut meliputi penumbuhan sentra agribisnis hortikultura dan pemantapan sentra hortikultura yang sudah ada.
Komoditas unggulan yang mendapat prioritas adalah :
Gerakan Mandiri Hortikultura Tropika Nusantara menuju ketahanan hortikultura (Gema Hortina), dilaksanakan untuk mendorong laju peningkatan produksi hortikultura. Melalui gerakan ini komoditas hortikultura yang dikembangkan adalah sayuran, buah-buahan, tanaman hias dan tanaman obat unggulan. Komoditas yang diutamakan adalah yang bernilai ekonomi tinggi, mempunyai peluang pasar besar dan mempunyai potensi produksi tinggi serta mempunyai peluang pengembangan teknologi. Adapun upaya yang dilaksanakan untuk mendorong tumbuh dan berkembangnya hortikultura unggulan tersebut meliputi penumbuhan sentra agribisnis hortikultura dan pemantapan sentra hortikultura yang sudah ada.
Komoditas unggulan yang mendapat prioritas adalah :
• Sayuran : kentang, cabe merah, kubis, bawang merah, tomat dan jamur
• Buah-buahan : pisang, mangga, jeruk, nenas dan manggis
• Tanaman hias : anggrek
• Tanaman obat : jahe dan kunyit.
• Buah-buahan : pisang, mangga, jeruk, nenas dan manggis
• Tanaman hias : anggrek
• Tanaman obat : jahe dan kunyit.
2.3 LANGKAH
UNTUK MENCIPTAKAN PEMBANGUNAN MANDIRI
1. kesadaran
setiap individu tentang pentingnya pertanian
Banyak masyarakat atu individu-individu yang
meremehkan dahkan memandang pertanian dengan sebelah mata. Padahal semua yang
ada di sekitar kita dari sandang, pangan, dan kebutuhan lainnya tak luput dari
dunia pertanian. Oleh karena itu, seharusnya tidak ada alasan untuk meremehkan
satu aspek penting pembangunan ini.
Banyak cara yang dapat dilakukan untuk menebalkan
fondasi di benak masyarakat tentang pentingnya pertanian. Berbagai program
cinta pertanian dapat menjadi alternatifnya. Tetapi yang terpenting, kesadaran
tersebut timbul sendiri dari dalam setiap individu, sehingga mereka akan lebih
cinta pertanian, lingkungan ekosistem, dan cinta produk dalam negeri khususnya
dari pertanian itu sendiri. Jika dukungan dari masyarakat dan pemerintah
terhadap dunia pertanian ini tinggi, maka petani akan bernapas lebih lega dan
hasil pertanian meningkat
2. meningkatkan produksi dan
pengolahan pertanian
Dari segi bibit, pemilihan bibit
unggul dalam pertanian sangat penting. Bibit yang unggul apabila tidak dikelola
dengan baik sama saja dengan omong kosong. Pengelolaan yang baik dan ramah
lingkungan sangat penting untuk dilakukan, Sekarang ini banyak digunakan
pupuk kimia dalam pengelolaan lahan, eksploitasi lahan dan laut, dan alih
fungsi lahan yang kurang benar membuat pencemaran lingkungan dan ekosistem
menjadi tidak seimbang. Percuma apabila sudah menggunakan bibit unggul tetapi
tidak memperhatikan lahan dan ekosistem. Oleh karena itu, kematangan ilmu
pengetahuan pertanian perlu ada di setiap petani sehingga dapat mengelola
lahan, sumber daya alam, dan hasil taninya dengan baik dan ramah lingkungan.
3.Pengelolaan
Kebanyakan pertanian maa kini masih dengan usaha kecil
dan modal terbatas. Para petani hanya mengolah, menggunakan, dan menjual dengan
skala kecil, terus menerus hanya begitu. Belum lagi apabila pasar kurang
berpihak padanya. Oleh karena itu, diperlukan penguatan sistem kelembagaan tani
dan pendidikan kepada petani, berupa program insentif usaha tani, program
perbankan pertanian, pengembangan pasar dan jaringan pemasaran yang berpihak
kepada petani, serta pengembangan industrialisasi yang berbasis
pertanian/pedesaan, dan mempermudah akses-akses terhadap sumber-sumber
informasi IPTEK. Selain itu, pemerintah selayaknya turun tangan dengan meng-handle
kebijakan-kebijakan mengenai pertanian ini dengan baik.
BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Dari pembahasan diatas mengenai
pembangunan pertanian mandiri, dapat kami tarik kesimpulan bahwa :
1. Pengertian
strategi pembangunan pertanian mandiri adalah anjuran kerjasama yang menarik
dibanding menarik diri dari percaturan global
2. Strategi
yang dilakukan dalam menciptakan pembangunan pertanian mandiri
Ø Optimasi
pemanfaatan sumber daya domestik (lahan, air, plasma nutfah, tenaga kerja,
modal dan teknologi)
Ø Perluasan
spektrum pembangunan pertanian melalui diversifikasi teknologi, sumber daya,
produksi dan konsumsi
Ø Penerapan
rekayasa teknologi pertanian spesifik lokasi secara dinamis, dan
Ø Peningkatan
efisiensi sistem agribisnis untuk meningkatkan produksi pertanian dengan
kandungan IPTEK dan berdaya saing tinggi, sehingga memberikan peningkatan
kesejahteraan bagi petani dan masyarakat secara berimbang.
3. Langkah untuk menciptakan pembangunan mandiri :
Ø Kesadaran setiap
individu tentang pentingnya pertanian
Ø Meningkatkan
produksi dan pengolahan pertanian
Ø Pengelolaan
3.2 SARAN
1.
Program Peningkatan SDM Pertanian
Agar petani
dapat meningkatkan kapasitas dan produktivitas sbg subyek dari pembangunan pertanian
2.
Pembangunan dan Peran pemerintah
Visi dan kebijaksanaan dari pemerintah dan aparat
pelaksana dlm memahami proses hakiki pembangunan pertanian yang mandiri.
DAFTAR PUSTAKA
1. Anonim.
Diakses di situs : https://www.google.com/search?q=%20pembangunan%20pertanian%20mandiri&ie=utf-8&oe=utf-8&aq=t&rls=org.mozilla:en-US:official&client=firefox-a&source=hp&channel=np#channel=np&psj=1&q=strategi+pembangunan+pertanian+mandiri&rls=org.mozilla:en-US%3Aofficial
. pada tanggal 27 september 2013.
2. Anonim.
2012. Diakses pada situs : http://contekancontekan.blogspot.com/2012/01/paradigma-baru-pembangunan-pertanian.html.
pada tanggal 30 september 2013.
3. Anonim.
2012. Diakses pada situs : http://npedulibangsa.blogspot.com/2012/11/opini-langkah-pasti-menuju-pertanian.html.
pada tanggal 27 september 2013
4. Anonim.
2011. Diakses pada situs : http://inspiringrahmat.wordpress.com/2011/10/12/pertanian-mandiri-pandangan-strategis-pakar-di-indonesia/.
pada tanggal 27 september 2013
5. Kuncoro
muddrajat. 2003. Ekonomi pembangunan. Upp amp ykpn. Yogyakarta.